Selasa, 25 januari kemarin, my class, XI IPA 5, tanding LIGASHA. Lawannya XI IPA 6. Dari awal berangkat sekolah, perasaan ku udah gak enak. Tapi yaudah gak tak pikirin, dibuat seneng aja, mungkin ntar disana ada pandangan yang enak.
Kami mengikuti pelajaran dengan biasa. Sedemikian sampai detik-detik pulang sekolah yang menandai pertempuran akan segera dimulai. Berhubung jam terakhir bahasa indonesia yang kebetulan diajar oleh wali kelas sendiri, jadi suasana kelas agak ribut. Kami hanya diberi tugas yang membuat tangan kami keriting dan menghabiskan terlau banyak tinta.
Akhirnya 14.30 pun tiba. Bel pulang telah dikumandangkan. Sebelum pulang, kami berdoa untuk keberhasilan our class di LIGASHA nanti. Setelah itu dilanjutkan anak cowok pada ganti seragam kebesaran IPA 5 yaitu seragam ALON(ipa lima on fire).
Dan disinilah kegundahanku terbukti. Lina, pemimpin supporter nggak ikut nonton. Aku, bella, dan fia telah membujuknya sampai cara yang paling sadis. Namun apa daya, kekuatan kami walaupun telah 3 orang tetap tidak bisa membuat lina bertahan di tempatnya. Ia tancap gas dan pulang.
Sampai disitu, belum selesai juga. eMPe juga nggak ikut. Dan kita mikirnya kalau eMPe ngggak ikut berarti gerombolannya juga dong? Dan itu belum terbukti karena kami belum melihat kenyataannya. Akhirnya karena kami memiliki rasa iba dan solidaritas yang tinggi, kami (aku, cyusni,dwi,memey,bella,fia) memutuskan untuk kesana.
Dwi dan bella nggak bawa helm! Itu masalah baru lagi. Untungnya, bella tau jalan tikus dan kami pun lewat sana untuk menghindari polisi. Setelah panas-panasan dan rasa was-was dalam hati, kami sampai di lapangan karangayu. Yeeeee -_-
Sampai sana, baru ada cowok-cowok dan memey bersama diana. Ternyata yang lain belum nyampe. Kami mikir belum nyampe apa nggak dateng? Waktu yang akan menjawabnya. Beberapa menit kemudian mobil eric datang dan membawa tus bersama dika.
OK. Now, where are they? Apa bener nggak dateng? Dan setelah menunggu sekian menit, munculah saras, cece, dan veni beserta temennya satu orang. Just 3 person? Setelah menunggu sekian menit again, nggak ada yang dateng juga. Sepertinya, bertambah 3 orang perlu disyukuri.
Waktu permainan pun harus dimulai. Para GORILA berkumpul di lapangan untuk pemanasan dan GORILA yang lain ambil suara untuk teriak-teriak. Ketika hampir dimulai permainannya, vero datang. Yee! Tambah satu orang lagi.
Peluit pun dimulai. Kami tidak memiliki striker, karena our striker, abi, harus live in. OK tetap optimis. Serang, serang dan serang. Sekian perjuangan telah dilalui dan gol pertama pun dicetak oleh ucup. Permulaan yang bagus karena bisa menambah semangat para pemain.
Suara kami keluarkan. Aku menyumbangkan seluruh suara cemprengku untuk mendukung my class. Setelah sekian menit permainan, phoa, harus meninggalkan lapangan karena cidera. Oh God! Siapa yang harus menggantikannya? Jumlah kami hanya 11 orang dan tidak ada cadangan.
Akhirnya kami hanya bermain 10 orang. Itu sama saja kami dapat kartu merah dan menguntungkan pihak lawan. Perasaan udah nggak enak (lagi). Dan itu terbukti. Gol pertama untuk IPA 6 bersarang di gawang gorila. OK semangat teman-teman! Kejar satu angka lagi.
Serang lagi serang lagi. Dan gawang anggoro kebobolan untuk kedua kalinya. Itu tandanya, rambut dia akan habis (dia nazar kalo kebobolan bakal cukur rambut). Dan itu bahaya bagi kami. Karena jelas-jelas kami main 10 orang dan tanpa striker.
Akhirnya peluit panjang dibunyikan, permainan berakhir dengan 2-1 untuk IPA 6. Oh nooo! Kami kalah. Suara yang aku keluarkan tidak membuat kelas kami menang. Tak papa lah. Berharap X-11 menang dan kami lolos ke tahap berikutnya.
Semua telah berusaha. Nggak ada yang salah atas kekalahan kita. Lagipula, kita nggak kalah telak. Jadi buat apa disesali. semua untuk pelajaran untuk lebih hati-hati lagi. masih ada pertandingan menunggu di depan mata kita.
"tetap semangat GORILAKU!"
Diposting oleh




0 komentar:
Posting Komentar
please leave your comment, thanks