WELCOME TO MY BLOG
0

R A I N R A I N R A I N

Musim kali ini sangat amat tidak menentu. Menurut salah satu majalah remaja di Indonesia, pada tahun ini (2011), Indonesia hanya mengalami 2 bulan musim kemarau dan itu artinya 10 bulan musim hujan. Apakah itu bencana? Yaa! Bagi orang-orang yang tidak menyukai hujan.

Pertama kali aku membaca tulisan itu, aku senang. Ini berarti tiap hari, air akan menetes dari sang awan. Dan aku akan mendengar suaranya, yang menurut penelitian dapat membuat orang-orang yang sedang sedih menjadi lebih terobati.

Begitu pula aroma air hujan yang menetesi tanah yang tidak bisa kau cium saat kemarau muncul. Dan tentu saja saat bulir-bulir hujan turun yang berbentuk bulat itu menempel pada hujan, ia sangat terlihat cantik dengan warna beningnya dan bentuknya.

Tapi setelah aku menjalani 2 hari hujan berturut-turut, aku sempat ragu. Apakah aku masih menyukai hujan sama seperti dulu? Setelah melihat banjir di Australia yang begitu dahsyatnya. Dan banjir di kampung sebelahku yang membuat akses jalan sedikit bermasalah. Begitu pula sepatu, baju seragamku yang basah akibat berangkat sekolah kehujanan.

Ahh, aku harus berpikir 2 kali. tapi setelah aku pikir-pikir, hujan sama sekali tidak salah. Semuanya adalah salah manusia. Yaa, benar! Salah manusia. Hujan adalah rahmat dari tuhan. Dan aku yakin, semua makhluk di seluruh alam semesta ini sangat butuh air. Ok aku ulangi lagi, semua butuh AIR.

Jadi jangan pernah kau salahkan hujan jika itu membuat hidupmu kacau. Karena itu menyiratkan, jika kau menyalahkan hujan, otomatis kau menyalahkan Tuhanmu. Karena yang menurunkan hujan adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah aku mengetahui itu, aku semakin yakin bahwa hujan itu menyenangkan. Yaaa! Menyenangkan. Apalagi jika hujan itu turun sore hari. Kau bias membawa susu panas dan roti bakar, lalu duduklah di balkon rumahmu dan pandanglah hujan sepuasmu. Dijamin kau akan merasakan perasaan yang tentram.

“syukurilah apa yang terjadi hari ini, nikmatilah apa yang kau rasakan hari ini, dan kenanglah apa yang kau alami hari ini. Karena mungkin semua yang kau lalui, yang kau rasakan, dan yang kau kenang, tidak akan terjadi lagi pada hari esok”


Sekian…

0 komentar:

Posting Komentar

please leave your comment, thanks

Diberdayakan oleh Blogger.
Back to Top