WELCOME TO MY BLOG
0

me and other

Aku punya seorang teman. Dia teman sekelasku ketika kelas sepuluh. Tepatnya sepuluh dua belas. Namanya iin cempakawati. Dari wajah, kami jelas berbeda. Dari tinggi juga beda, eh eh ralat, hampir sama tapi tetap tinggi aku . Dari rambut, panjang iin lah. Tapi rambut kami sama sama bercabang. Hehe..

Tapi aku heran, kenapa kami memiliki selera yang sama. Pertama, kami suka lagunya astrid “tentang rasa”. Aku tau itu ketika kami pulang naik brt (waktu kelas sepuluh, karena kelas sebelas aku naik motor) dan dia menanyakan apakah aku tau lagu itu. Tentu saja aku tau. Dan aku menyukai lagu tersebut. Ternyata dia pun juga sama. Oke, itu yang pertama sudah cukup.

Yang kedua, kami pernah menganggap seseorang itu special. Dan ternyata orang itu sama. Untuk yang ini nggak usah dibahas lebih lanjut.

Yang ketiga, ini paling konyol dan paling mengagetkan. Sekarang ini Indonesia masih dihebohkan dengan piala AFF. Dan aku mendapat kesempatan untuk menonton disana walau hanya di luar. Lalu aku menceritakannya kepada iin. Lalu iin menanyakan siapa pemain favoritmu, dia menebak aku suka irfan bachdim karena wajahnya dan itu terbukti banyak para wanita yang menggilainya.

Ternyata dia salah. Aku menjawab aku suka pemain bernomor punggung 20. Dan dia pun kaget, ternyata dia juga suka dengan pemain tersebut.

“dia itu berkarismatik dan aku suka tulisan-tulisannya, kata-katanya nggak tau kenapa enak buat dibaca”, kurang lebih itu pendapat iin.

Yah, aku suka pemain tersebut karena dia tampak wibawa sekali. Dan permainannya cukup bagus. Anehkah kami? Disaat semua orang tergila gila dengan irfan bachdim kami malah menyukai bepe yang bias dibilang umurnya lebih tua dari irfan. Tapi sekali lagi kami bukan melihat dari wajah dan umur, kami melihat dari pribadinya.

Lalu saat di brt, iin memberitau website milik bepe. Dan sepulang sekolah aku membukanya. Aku membuka tulisan-tulisannya. Kesan pertama “apa yang dikatakan iin benar, kata kata yang digunakan memang enak sekali untuk dibaca”. Tak sedikit juga dia member kata-kata yang membangun. Oke, karena itu aku jadi tambah mengidolakannya.

Dan ternyata temanku, cyusni, juga berpendapat tentang bepe

“setiap dia memasuki lapangan sepak bola, suasananya langsung berbeda, seperti tenang dan nyaman”, itu pendapatnya.

Yah, memang aku merasakannya, walaupun aku nggak melihat secara langsung, hanya lewat televise dan LCD, aku juga bisa merasakannya. Apakah penyebabnya? Aku juga nggak tau. Apa mungkin kepribadiannya yang sedikit berbeda? Tidak tau juga. Mungkin memang itulah kelebihannya.

Katanya, tapi sih ini baru katanya. Ajang AFF adalah permainan terakhir bepe. Apakah benar? Kalau itu benar, berarti aku tidak bias melihat dia bermain lagi. Tidak bias merasakan atmosfer yang berbeda ketika dia memasuki lapangan lagi. Semoga saja tidak.

Aku akan mengutip salah satu kata-katanya

“Setiap orang yg berusaha dan bekerja dengan keras, suatu saat pasti akan membuat kesalahan. Sedangkan mereka yg hanya duduk berdiam diri serta berpangku tangan, tidak akan pernah berbuat salah “

Menurutku itu kalimat yang bagus. Yang berisi dan tepat. Mungkin kalimat tersebut bias untuk pegangan hidup. Hehe…

Sekian..

0 komentar:

Posting Komentar

please leave your comment, thanks

Diberdayakan oleh Blogger.
Back to Top