WELCOME TO MY BLOG

Tentang Januari


Januari, itu berarti hujan sehari hari. Beberapa hari ini selalu saja hujan mencoba bercengkrama dengan anak manusia, hampir setiap waktu. Entah itu pagi siang ataupun malam.

Saat ini aku duduk di ruang praktek ku di rumah sambil melihat kearah jendela besar yang sengaja aku buat. It’s raining, and i don’t know suddenly i thinking of you then trying to write this. There are lots of things i wanna tell you. Kau bisa melihatnya dari tempatmu sekarang kan ?

Aku akan sedikit menceritakan tentang ku dan seorang laki laki yang semoga akan menjadi laki laki yang paling kau sayang dan kau hormati. Tapi kau janji yaa jangan pernah sedikitpun tertawa mendengar ceritaku. Karena percayalah ini sama sekali bukan cerita layaknya film film disney yang mungkin akan kau sukai nantinya.

Berawal dari sebuah kata “teman”. Pasti kau pikir kita adalah teman yang baik ya ? buang pikiran itu jauh jauh sayang. Kita sama sekali bukan keduanya. You know, dia itu menyebalkan dan usil, sedangkan aku ini galak. Perpaduan yang pas kan nak untuk memicu pertengkaran ?

Bertemu selama 5 menit saja dan berakhir dengan senyuman adalah keajaiban bagi kita. Bahkan seingatku, kita pernah bertengkar selama kurang lebih 3 bulan. Tapi tenanglah, dia orang yang baik sayang, dia yang selalu mencoba untuk meminta maaf kepadaku.

Status kami tetap teman dalam tanda kutip. Tapi lucunya Tuhan, melihat kita yang tidak pernah akur, justru selalu menempatkan kita dalam situasi yang sama. Taukah kau nak ? 2 tahun aku terjebak dalam satu kelas dengannya dengan jabatan kami yang tidak pernah berubah. Belum lagi aku harus sekelas dengannya saat ranking terbaik seangkatan dibagi ke dalam 2 kelas dan diberikan kelas tambahan lebih untuk masuk ke sekolah yang benar benar terbaik. Ada 7 orang saat itu, dan 5 diantaranya masuk kelas sebelah sedangkan aku dengannya terjebak di kelas yang sama, okee kau jangan tertawa.

3 tahun putih biruku akhirnya selesai, aku bersyukur setidaknya kita tidak akan bertemu lagi. Namun, semesta itu lucu, kami bertemu lagi di masa putih abu abu dan sekelas. Wow. Tapi well, diakhir masa itu kami masing masing sibuk dengan orang lain. Lalu kami lulus dan masuk perguruan tinggi dan kami punya dunia sendiri-sendiri. 

Tapi, semesta itu lucu. Tuhan selalu memiliki caranya sendiri untuk mempertemukan orang yang tepat di waktu yang tepat. Saat itu bulan januari nak, sama seperti bulan ini, ada 1 kata muncul di handphone ku. Darinya. Lagi.

Satu kata setelah ribuan doaku yang lama belum terjawab, satu kata yang meyakinkan untuk menutup bukuku terdahulu, dan satu kata yang membuatku tersenyum.

Cerita yang panjang ya sayang ? itulah ceritaku dengan laki laki yang akan menjadi ayahmu. Tenanglah sayang, dia laki laki yang baik, dan aku yakin dia yang akan membuatmu tertawa setiap harinya, Menjadi garda terdepanmu saat kamu dibuat menangis. Apa kamu sudah tak sabar bertemu dengannya ?

Dear my baby girl,

I don’t know it’s just my imagination that i’m pretty sure, deeply in my heart, God tells me that i will have you, a sweet little princess. I know, maybe you’re not being created yet but, i want you to know earlier that i love you, truly love you

I know i’m not a good girl when i was kid, i don’t know if i will be a good mom or not, but i want you to be sure that i will take care of you, and what ever you do i promise to always be there for you. Please, be good in heaven, be kind to God, look at me from above.

Can’t wait to meet you, yasmeen rimshaqueena adzkiya



0

kali kedua, pada yang sama



Terlalu dingin di pagi buta. Hujan tak hentinya mengguyur kota ku sepagi ini. 102.0 FM menemaniku dengan secangkir kopi panas di atas tempat tidur.

Makasih ya bu dok

Masih saja kupandangi tulisan tersebut dari layar handphone ku. Pesan terakhir 10 hari yang lalu, pengirimnya menuliskan itu untukku. Setalah hampir 6 bulan menghilang tanpa kabar, dia kembali dengan permintaan tolong.

Malam tadi, dia datang di mimpiku (lagi) untuk yang ketiga kalinya dengan jangka waktu sedekat ini.

Nyet, sehat ?

Akhirnya kuberanikan diri menyapanya terlebih dulu

Sehat bek, tumben tanya kabar. Kangen ?

Tidak butuh jangka waktu yang lama dia membalasnya, dan great ! seakan dia bisa membaca seluruh perasaanku. Seketika aku ingat tentang faraday’s cage. 2 orang yang bisa memiliki stimulus sama meskipun berada di ruang berbeda setelah keduanya diabiarkan untuk mengobrol dan memiliki chemistry.

Selanjutnya, bukan percakapan penting. Tapi bisa membuatku tertawa, berpikir, dan jengkel ketika membaca pesannya. 9 pagi saat dia membalas sapaan awalku, dan itu masih berlanjut hingga pukul 10 malam. Hingga sebuah kalimat darinya, membuatku terpaku memandang layar handphone sangat lama.

Main main kerumah lah nduk, ketemu ibu

ada perasaan aneh ketika aku membacanya. Entahlah, tidak ada kata yang mewakili menurutku. Apalagi setiap dia memanggilku dengan sebutan ‘nduk’ bukan ‘bek’ seperti biasanya.

Kapan kapan aku main deh kalau ada waktu

Hanya itu yang bisa aku ketik dan mengirimkannya setelah lama hanya memandangi layar. Setelah itu percakapan kami kembali normal. Dia sangat mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Itulah kelebihannya, bisa menciptakan suasana. Aku suka.

Pukul 11.30 malam. Kembali aku dibuat terpaku dengan kalimatnya yang tidak mampu aku jawab.

Aku telpon kamu ya nduk, boleh ?

Demi Tuhan aku ingin saat itu menjawab YA!. Tapi logika ku seakan berkata “supresi perasaanmu sayang”

Udah malem nyet, dan sinyal provider ku dirumah jelek. Lain kali aja ya *send*

Setelah mendiamkan pesannya 10 menit, kalimat itu akhirnya sampai di tangannya. Dan tak butuh waktu lama untuk dia membalasnya

Oke

Tuhan tolong jangan Kau buat seperti dulu lagi, aku mohon

Perasaan aneh yang muncul saat itu membuatku berpikir.

"Apakah aku harus jatuh ke orang yang sama untuk kedua kalinya ?"

Sampai detik ini, dipikiranku, sepasang manusia yang bisa jatuh berkali kali di orang yang sama hanyalah jodoh yang dipilihkan Tuhan. Mudahnya, seperti kedua orang tuaku. Mereka bisa jatuh cinta dengan orang yang sama berkali kali setelah sekian tahun lamanya.

Lalu, perasaan ini apa ?

Jatuh cinta ke orang yang sama untuk kedua kalinya ? atau perasaan yang ternyata masih sama sejak 9 tahun yang lalu ?

entahlah . . . . .

Yang pasti, saat ini yang kutau, ketika kamu pernah pergi dulunya, aku sempat sangat merasa ada yang hilang, sempat  merasa tidak ada yang bisa menggantikanmu walaupun itu laki laki yang sempat aku tunggu hampir 4 tahun lamanya. Lucu kan ?

Kupandangi layar handphone ku ditemani bunyi hujan dan secangkir susu coklat panas. Membaca ulang pesan pesannya kembali. Hingga tak sengaja aku membuka recent update, namanya tertulis dan sebuah kalimat ditulisnya

Meskipun aku menyerah, setidaknya aku pernah berusaha mati matian tak mau kalah oleh keadaan

Jika semalam kita tidak saling bertegur sapa dan mengobrol hingga larut malam, apakah kau akan tetap menulis kalimat ini ?

dan apakah kamu ingin menyerah, untuk yang kedua kalinya ?
0

Sedikit Untukmu


Hai kau yang entah sedang berada di belahan dunia manapun. I just wanna tell you something. Ini tentang calon profesiku, yang notabene mimpiku dari kecil. Aku hanya ingin sedikit berbagi denganmu. Bukan bermaksud apa-apa. Mungkin kita tidak diberi waktu banyak untuk saling mengenal lebih jauh, hanya lewat tulisan untuk kau bisa sedikit mengenalku agar tidak salah arah.

Saat ini aku mahasiswi perguruan tinggi negeri di suatu kota. Bukan kota besar, hanya kota kecil yang santun. Saat ini aku semester 6. Kurang 1 tahun lagi aku mendapat gelar Sarjana Kedokteran. Semoga dilancarkan, aamiin.

Setelah itu, aku masih diharuskan mempersiapkan ujian kompre. Ya, bisa diibaratkan itu seperti ujian nasionalnya para calon dokter. jika lulus, sebutanku berubah menjadi dokter muda. It means jenjang sekolah klinis harus aku lalui selama 2 tahun atau biasa disebut dengan koas. Lama ya. Mau menunggu kan ?

Koas, adalah yang paling berat dari jalan menuju gelar dokter. setengah hatiku berharap kita tidak di pertemukan di masa ini. Aku takut kamu lelah dengan hidupku, yang mungkin akan lebih sering menghabiskan waktu dengan buku, pasien, dan IGD dibanding berlama lama di layar handphone untuk berbicara denganmu. Mungkin juga aku hanya sesekali bisa keluar menemani malam minggumu. Bukan tidak ingin, tapi itulah jenjang yang harus aku lalui.

Tapi, setengah hatiku yang lain berharap aku bisa bertemu denganmu pada masa itu. Kenapa ? aku butuh teman berbagi, aku butuh teman diskusi, aku butuh seseorang yang bisa menguatkan. Karena aku yakin, kau orang yang menyenangkan untuk diajak berbicara. dan semoga kau mengerti dengan jalur profesiku ini.

2 tahun selesai, bukan berarti aku bebas. Aku masih harus menempuh UKDI untuk menghapus tulisan ‘muda’ sehingga hanya tersisa gelar ‘dokter’ dan mengambil sumpah hippocrates.

Dengan diambilnya sumpah, menandakan aku sudah sah menjadi seorang dokter. tapi aku masih harus menempuh internship selama 1 tahun. Pasti kau berpikir, ‘apalagi ini’. Awalnya akupun berpikir demikian. Mengapa untuk bisa mendapat gelar dokter yang memiliki Surat Ijin Praktek (SIP) harus melewati rentetan sepanjang dan se-melelahkan ini.

Panjang ya ? masih mau berjuang ? apa kau memilih give up ? tolong, jangan.
Oke, aku lanjutkan. Internship nanti aku harus belajar (lagi) tapi dengan pasien sungguhan dan tanpa didampingi konsulen. Ini tahap yang paling ramai dibicarakan di bidang kesehatan. Kau ingat kan ada seorang dokter yang meninggal saat internship ? mereka hidup di lokasi endemik, mengurus kesehatan orang lain sehingga lupa dengan kesehatannya sendiri.

Aku ingin mengambil di perbatasan kalimantan, atau sumatra untuk internship nantinya. Jika di jawa, butuh menunggu 6 bulan untuk diberangkatkan. Itu artinya akan semakin lama aku mendapat SIP.

Setelah internship selesai, aku mendapatkan tanda registrasi dan surat surat lainnya yang mengesahkan aku seorang dokter umum dan bisa praktek. Sekaligus aku resmi menjadi anggota IDI

Bukan berarti itu selesai semuanya, aku masih harus belajar sepanjang hidup karena dunia kedokteran berkembang tiap 5 tahun sekali. ‘long life learning’, itu yang harus selalu aku pegang.

Belum lagi jenjang spesialis yang ingin sekali aku ambil. Tapi jika aku sudah sah denganmu, aku akan bertanya denganmu dulu boleh atau tidaknya. Karena, sekolah spesialis sangat menyita waktu. Dan aku bukan lagi remaja yang bebas kemanapun aku mau, tanggung jawabku sudah bertambah dengan adanya kamu.

well, itu sedikit tentang profesiku. Bagaimana ? ikut merasakan lelah seperti yang kurasakan ? atau justru malah muak dengan kehidupanku ? kau tetap ingin berjuang kan ? aku takut kau menyerah sebelum bertemu denganku.

Maafkan aku yang mungkin akan lebih sering berada di rumah sakit dibanding di rumah. Maafkan aku yang mungkin pada saat kau pulang kantor tidak bisa membuatkanmu segelas kopi panas karena bersamaan dengan jadwal jaga. Maafkan.

Untuk siapapun kau nantinya, aku harap kau mau menerima dan mengertiku dan profesiku dengan segala kesibukan dan kekurangannya. Aku harap kau mengerti, ini mimpiku dari kecil, ini harapanku. Dan aku ingin bisa hidup dengan mimpiku dan kamu.

Selelah dan secapek apapun aku akan tetap berusaha menjadi rumah yang paling indah dan nyaman untukmu. Dan aku mohon, jadilah seseorang yang pundaknya selalu ada saat aku butuh.

Karena sesering apapun aku berada di rumah sakit,

rumahku tetap kamu, selamanya.

0

Sekotak kenangan 2015

Tahun ini, setelah sekian lama, nggak nulis resolusi akhirnya kepikiran buat bikin. Nggak banyak, hanya beberapa. Salah satunya membuka hati !

well, abaikan. Banyak yang bilang, waktu akan berjalan cepat jika kita menikmatinya. Hari ini, detik ini, flashback kebelakang, flashback beratus ratus hari kebelakang, banyak banget yang udah dilewatin, bukan sekedar banyak, tapi sangat banyak. Tapi entah, bukan berarti saya menikmatinya.

Tahun 2015 adalah tahun berat buat saya, berat banget. Banyak banget. Tahun yang menuntut saya untuk banyak belajar.

Belajar menerima amanah
Belajar menerima cobaan
Belajar membuka hati
Belajar menerima kehilangan
Belajar jatuh sekaliagus
Belajar bangkit

2015 memaksa saya harus jatuh bangun di rumah sakit yang entah nggak kehitung berapa kali karena sallmonela yang suka banget hidup di intestinume saya.

Yang mengharuskan saya untuk kehilangan banyak hal, mulai dari sahabat, barang, kesempatan. Dan sangat berharap space serta ruangan buat kamu, hilang sepenuhnya di tahun 2016.

Tapi alhamdulillah, dibalik semuanya, Allah masih memberi banyaaaaaak banget nikmat. Salah satunya bisa melewati semua cobaan di tahun ini dengan keadaan composmentis dan nggak gila.

Kadang suka wow aja dengan semua yang udah dilalui ditahun ini. Antara ngga percaya bisa semuanya lewat meskipun harus babak belur dan jungkir balik hingga berapa kali di tahun 2015 ini.

2016,
Berharap semua yang rusak di tahun 2015 bisa saya perbaiki.
Berharap semua resolusi bisa tercapai.
Berharap bisa dapet gelar Sarjana Kedokteran di tahun ini.
Segera cari judul skripsi yang udah harus masuk di awal tahun ini.

Well, welcome 2016 dengan segala ke optimisan saya dibanding tahun lalu.

Dan bye 2015, terimakasih, dan terimakasih
Atas segala drama dan jungkir baliknya,

Much love,

ridhaverdian.

0

Terimakasih, Jogjakarta.



Jogjakarta,

Jika Bandung diciptakan Tuhan ketika tersenyum, mungkin Jogja diciptakan saat kebalikannya. Membuat dia terbiasa dengan keadaan yang mungkin kurang baik, dan membuatnya mampu menangani perasaan yang buruk ketika menginjakan kaki di tanahnya.

Pelukan hangat dan perasaan nyaman seketika menyambutmu disana. Seakan menjadi ibu yang menyediakan pangkuannya untuk tempatmu berkeluh kesah.

Bukan kota tempatku lahir, bukan pula kota tempatku menghabiskan banyak waktuku disana. Tapi dia tempatku mendapatkan pelukan hangat ketika aku membutuhkannya selama 2 tahun ini.

Kota yang telah berapa banyak jam malam aku lewatkan disana. Kota yang telah berapa banyak jalan aku lewati ketika kamu lupa arah. Dan kota yang paling sering aku buat stasiunnya menampungku cukup lama hanya untuk menunggumu datang menjemput dan menunggu ketertinggalan kereta.

Mungkin ini akan menjadi tahun terakhirku mendapat pelukan itu saat aku butuh. Tahun terakhirku yang akan larut malam menerimaku dengan keadaan kacau dengan senyumnya yang bersahabat. Tahun terakhirku untuk mendapatkan tempat menyelesaikan masalah ketika masalahku tiba.

Selamat berjuang di taun terakhirmu, sahabat. Selamat berkutat dengan tugas akhirmu. Selamat mencoba membuka pintu hatimu lagi. Dan terimakasih untuk segalanya. Terimakasih telah menjadi pelukan hangat saat tak ada lagi orang yang mampu memberikan pelukan hangat menenangkan. Terimakasih.


0

Tentang Sebuah Pertemuan

"kak pulang kapan ? Nggak jadi hari ini ?"
"bentar bun, aku tunggu pengumuman dulu katanya keluar hari ini kalau ngga lolos aku pulang ntar siang ya bun"

Percakapan pagiku dengan bunda, dan ini pukul 14.00 enam jam setelah percakapan itu. tidak ada tanda tanda pengumuman yang aku tunggu muncul. Ya, Aku sedang menanti pengumuman tahap kedua pendaftaran asisten dosen di perkuliahanku. Apabila aku lolos maka besok pagi aku harus lanjut seleksi lagi, dan kepulanganku akan mundur

16.30
Bun, aku plg bsk aja. Pgumuman blm keluar takutnya kalau bsk keluar dan lgsung seleksi  *message sent*

17.30
Aku keluar untuk berbuka puasa dengan temanku yang sama sama menanti pengumuman itu. Kami sama sama tidak ingin bolak balik karena rumah kami yang sama sama jauh. Jadi kami memutuskun untuk menunggu hingga semuanya selesai dan kami bisa pulang dengan tenang.

18.40
"ver, gue dapet kabar pengumuman besok pagi terus seleksi berikutnya itu minggu depan"
 
Damn !!
Satu hari ku terbuang disini sia sia. Seharusnya aku sudah bisa berada di rumah dan berbuka dengan mereka. Tapi ? Hanya untuk menunggu yang tidak pasti aku membuang kesempatan berharga.

Aku memutuskan untuk menelepon rumah
" halo, Bun aku pulang sekarang ya "
" udah jam segini kamu mau naik apa kak? "
" naik bis masih ada kok bun sampai sana paling jam 10 "
" naik travel aja udah nanti ayah jemput. Awas kalau kamu naik bis"

Karena ancaman bunda, Akhirnya aku naik travel yang menghubungkan 3 kota besar dengan keberangkatan jam 20.00. Travel cukup sepi malam itu. Hanya ada 3 orang yang diantar menuju kotaku. Aku, seorang bapak tua, dan seorang wanita.

22.15
Aku tiba di kotaku. Di kantor travel itu aku turun, menunggu jemputan ayah. Aku duduk di ruang tunggu yang menghadap jalanan. Ada travel yang datang, dan itu bukan dari kota rantauanku. Itu dari kota besar satunya. Aku tidak peduli dan kembali bermain hp.

Pintu ruang tunggu terbuka

"bek"

Ada yang memanggilku, dan hanya 1 orang yang memanggilku dengan cara seperti itu. Aku mengangkat kepalaku, dia tersenyum. Aku bertemu dengannya lagi dengan cara yang tak terduga.

"kok tumben ngga bawa motor", kataku ketika dia duduk di sampingku

"gatau lagi pengen pulang naik travel, kamu sendiri tumben",katanya sambil mengambil sebatang rokok. Aku menahannya menyalakan korek. Mukanya protes, aku hanya senyum. Dia memasukannya lagi ke kantong jaket.

"temenin makan yuk, laper", katanya lagi sambil berdiri dan membuka pintu. Aku mengikutinya dari belakang karena akupun juga sangat lapar. Sambil nunggu ayah, pikirku. Ditambah dia mengatakan akan mentraktirku. Entah ada maksud apa.

22.45
Ayahku tiba, bertemu dengan dia dan sedikit berbasa basi dengannya lalu kami masuk mobil dan pulang. Sempat menawarinya pulang karena rumah kami dekat dan searah. Tapi dia menolak katanya kakaknya akan menjemput.

Di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang aku terus berpikir, tentang sebuah pertemuan

Apakah maksud Tuhan mempertemukan kita dengan orang orang. Entahlah, kadang suka berpikir mengapa kita harus bertemu dengan orang kalau akhirnya kita akan berpisah dengannya. Untuk apa kita dipertemukan apabila akhirnya orang itu bermaksud buruk dengan kita. Dan untuk apa sebuah pertemuan jika dia hanya sekedar lewat tanpa ada pengaruh apapun dalam hidup kita. Bukankah lebih baik kita tidak dipertemukan dengan orang orang seperti itu ?

Seperti pertemuan kebetulanku tadi. Jika aku pulang besok pagi mungkin aku tak akan bertemu dengannya malam ini. Jika aku nekat pulang naik bis, aku tak akan berada di kantor travel malam ini. Dan jika saja aku memilih mengambil keberangkatan pukul 19.00 aku tidak akan tiba bersamaan dengan travelnya.

Terlalu banyak jika dan untuk malam ini Tuhan menghapus semua jika itu. Se-kebetulan itu kah ? lalu untuk apa Tuhan menghapus semua jika itu ?

"kok diem kak, ada apa?" ternyata ayah yang sejak tadi mengemudi memperhatikanku.

"yah, kenapa harus ada pertemuan yang kebetulan, apa perpisahan juga ada yang kebetulan ?"

"nggak pernah ada yang namanya kebetulan, bahkan untuk debu yang berterbangan sekalipun. Kamu dipertemukan sama orang pasti ada alasan, mungkin kamu lagi disuruh belajar darinya atau bahkan mengajarkan. Begitu pula sama perpisahan. Pasti ada alasan. Mungkin itu cara Allah bilang tidak atau menjauhkanmu dari jalan yang salah. Atau bisa juga pertemuan dan perpisahan itu memang jawaban dari semua doamu yang di ACC sama Allah. Yang kamu pikirin itu bukan alasan Allah buat melakukan itu tapi bagaimana kamu menghargai sebuah pertemuan sebelum adanya perpisahan. Karena kamu harus inget, mereka itu sepaket. Setiap kamu bertemu dengan orang kamu juga harus siap karena pasti suatu saat nanti kamu akan berpisah dengannya"

Aku tersentak dengan jawaban ayahku. Disamping penjelasannya yang cukup membuatku membuka mata, ternyata aku menemukan jawaban atas pertemuan singkat ku dengannya tadi.

Terbayang saat kami makan di kaki lima tadi. Percakapan lepas yang sudah tidak terjadi sekitar 2 bulan, malam ini kami bisa tertawa lepas lagi. Cerita konyol yang keluar dari mulutnya, kebiasaan debat ngga penting kita yang berakhir dengan perang dunia. Dan ceritaku ketika harus melewati gerbang itu masih sama rasanya, dan dia menanggapi hanya dengan senyuman.

Mungkin ini maksud Tuhan, mengembalikan kebiasaan kebiasaan kita, sebagai sahabat, yang sempat hilang. Menumbuhkan ‘kebiasaan’ itu sebelum 2 bulan kita tidak bertemu dan melewati juli ini tidak seperti juli juli sebelumnya.

0

Sebuah Cerita Di Kota Istimewa



nyet, lu dimana ? *message sent*

stasiun kecil, 6 sore aku tiba. Ramai, gerimis dan gelap. Aku duduk di kursi panjang untuk menunggu. Dingin, bodohnya aku hanya memakai kaos tanpa jaket. Kukeluarkan novel di tasku untuk membunuh waktu menanti kedatangannya.

“beeek, wooy !!!”

Bukan suara yang asing, pikirku. Benarkan ! yang aku tunggu datang. Masih sama, helm putih sejak 3 tahun lalu, cara berpakaiannya yang selalu saja terlihat acak-acakan dan, senyumnya yang sangat bersahabat.

Aku menghampirinya, memasang senyumku seperti biasanya (yang menurutnya itu adalah senyum anak 5 tahun).

“mau kemana kita bu” tanyanya

“makan !!!!”

Dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tapi aku tak peduli reaksinya, aku naik ke motornya dan kita meninggalkan stasiun kecil, tempat pertemuan kita.

Ada yang berbeda dengan sikapnya, dan aku harus menyelesaikannya malam ini juga.

Dia membawaku ke tempat yang cukup asik untuk mengobrol. Entah mungkin kami sama sama berpikiran yang sama. Menyelesaikannya malam ini. Aku mengeluarkan buku tugas kuliahku. Dan dia mengeluarkan laptopnya untuk segera mengakhiri Tugas Akhirnya.

Kami terdiam dan tenggelam dengan tugas kita masing masing. Hingga pelayan datang membawa pesanan kita, dan kita pun tersadar. Ada yang harus diselesaikan malam ini juga.

Aku mulai sibuk dengan makananku. Jujur, saat itu aku sangat lapar. Rentetan rapat dan kuliah membuatku lupa makan siang. Dia menatapku.

“ aku masih belum percaya, kenapa bisa kamu orangnya” katanya

Aku tersenyum, “tapi aku udah tau kalo itu pasti aku” dengan nada jailku. Dan dia hanya tersenyum dan meminum kopi pesanannya.

“ jadi, jawabannya masih sama ?” lanjutnya. Aku yang akan memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutku urung melakukannya. Kulihat matanya. Aku tidak ingin jadi musuhnya Tuhan. Ucapku dalam hati.

“aku nggak bisa”, jawabku pasrah.

“kenapa ? dia masih ada ? atau karena kamu temanku ?” kali ini matanya serius. Tapi aku bisa merasakannya, dia tidak akan marah seperti kejadian lalu.

Aku terdiam. dia mengambil sebatang rokok, dan menyalakannya. Kali ini aku tidak akan marah ketika dia menikmati benda kecil membunuh itu. Aku tau dari sikapnya, dia sedang banyak pikiran. dan dia hanya merokok bila sudah terlalu banyak hal yang memenuhi pikirannya.

Tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Headset. Dia menyambungkannya dengan laptop dan memberikannya kepadaku.

“nih dengerin”

Bila kau sanggup untuk melupakan dia
Biarkan aku hadir dan menata
Ruang hati yang telah tertutup lama
Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya
Kau jadi bagian hidupku
Kau jadi bagian hidupku
Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

Aku mendengarkan hingga selesai. sesekali mata kita bertemu,dia menatapku. Aku melepas headsetnya. Bukan lagu asing bagiku. Tapi sampai saat ini aku tidak begitu peduli dengan liriknya. Dan malam ini aku memahami setiap katanya. It’s like he talk to me.

Dia tersenyum, sekali lagi aku melihat senyumnya, senyum itu. Senyum sahabatku. Aku tenang. Melalui senyum itu aku tau jawabannya. Aku tau kalimat apa yang akan aku sampaikan kepadanya.

Yaa, dia masih sahabatku yang selalu mencarikanku jalan keluar saat aku terjebak dalam masalah. Termasuk kali ini, sekalipun itu masalahku dengannya. Dia masih sama.

“mau jadi apapun kamu di hidupku, baik itu temen, sahabat, kakak, pacar atau musuh sekalipun, kamu udah punya porsi sendiri dihati ini. Jalani aja, biarin dia mengalir. Biarin Allah yang bawa semuanya. Kalau memang buat aku dan buat kamu, kita nggak akan disuruh kemana mana lagi. Menyatu nggak harus dengan suatu ikatan. Cukup batin yang terekat kuat. Kamu, untuk aku apapun itu”.

Dia tersenyum mendengar jawabanku. Aku lega. Ya, kami sama sama dewasa. Kami tau maksud dari setiap kata yang keluar dari mulut kami.

Akhirnya aku menyelesaikannya malam ini juga.

Paginya aku harus kembali ke kotaku. Dia mengantarkanku ke stasiun. Bukan stasiun tempat kami bertemu. Tapi ini stasiun terbesar di kotanya. Tidak ada yang berubah, dia masih sahabatku. Bedanya, sekarang kami lebih tau kemana kami akan berjalan.

Keretaku tiba. Dia membawakanku satu kantong plastik penuh makanan. Aku mengucapkan terimakasih dan sedikit berdebat dengannya tentang kereta api. Bukan hal penting tapi itu mampu membuatku kesal dan dia puas bisa membuatku jengkel.

Dia mengusap kepalaku

“ati ati pulangnya, jangan ketiduran nanti bablas”

Aku tersenyum, ini waktuku pulang. Sebelum menuju pemeriksaan tiket, aku melontarkan sebuah pertanyaan kecil padanya.

“kenapa harga makanan di stasiun itu mahal ?”

“pajaknya tinggi ?” aku menggelengkan kepala sambil meninggalkannya dengan muka penasarannya.

Aku masuk kereta, menempati kursiku dan kereta berjalan meninggalkan stasiun.

*message received* jadi kenapa harga makanan di stasiun mahal ?

Stasiun itu tempat dimana semua barang menjadi mahal, karena itu sesuai dengan tempatnya, tempat pertemuan dan perpisahan. Berapa harga sebuah pertemuan dari waktu yang terlalu lama dilewatkan bersama ? dan  berapa harga sebuah perpisahan dari waktu pertemuan yang begitu singkat ? harga barang yang dijual disana cukup mewakili bagaimana mahalnya harga sebuah pertemuan dan perpisahan. Dan aku puas dengan semua yang aku dapat meskipun harus membayar mahal dari pertemuan denganmu ini.


*message sent*
0

mengakulah



Bagaimana jika ternayata kau salah mengambil langkah ? rasanya jalan yang kau pilih benar ya ? tapi nyatanya ? saat temanmu tak sengaja teringat dengannya karena ulahmu sendiri, kau ikut sakit kan ?

Dengan segala kejadian kurang lebih 1 tahun yang lalu, yang menyadarkan bahwa ternyata dialah yang pertama dan sadarlah, dia masih ada di salah satu bilik hatimu. Mungkin karena terlalu kecilnya dan ada yang lain hingga kau tak pernah sadar keberadaannya.

Kau rindu kan ? pasti kau mengelak. Mengaku lah kalah nak, egomu terlalu besar. Mengakulah ketika dia datang dan menawarkan perhatiannya ditengah penantian panjangmu kepada sesorang ada bagian dalam hatimu yang seakan menerima morfin. Masih saja kau mengelak ?

Mengakulah ketika akhirnya kau bertemu dengannya rasa itu masih sama dengan 7 tahun yang lalu. Mengakulah lewat pandangan mata kalian berdua. Pandangan mata yang sempat membuat iri teman temanmu ketika kau berbicara dengannya, masih sama kah ? atau ada perubahan ? mengakulah sayang.

Mengakulah ketika dia mengutarakan semuanya, ada perasaan terbang yang coba kau supressi, ya karena sifatmu yang mudah jatuh ketika yang kau inginkan itu lepas. Kau tak ingin dia lepas dari hidupmu dan akhirnya kau memilih mengucapkan kata tidak.

Mengakulah, alasanmu melepasnya bukan karena masa lalu nya atau sifatnya. Mengakulah jika sebenarnya kau terlalu sayang hingga kau takut akan segala kemungkinan yang bisa menyebabkan kalian menjadi 2 orang tak saling kenal. Segala kemungkinan yang bisa menjauhkan kalian berdua, dan dia benar benar lepas.

Mengakulah, kau sangat kehilangan dia saat dia mulai mengurangi intensitasnya untuk menyapamu. Sekedar mengirim pesan singkat tengah malam saat kalian sama sama berkutat dengan tugas dan ujian, sekedar berbagi cerita ketika kalian lelah dengan kehidupan kalian sekarang. Mengakulah !

Dan aku mohon, mengakulah saat ini kau lelah dan kau menyerah dengan semuanya. Kau ingin dia datang kembali dengan segala perhatiannya, dan kau pernah berkata tak akan melepasnya lagi jika dia datang dan mengulang pertanyaan yang sama. Ingat ? masih kau mengelak ?

Egomu sangat tinggi sayang. Turunkanlah, jika kau tak ingin kehilangan orang yang begitu berharganya di hidupmu. Ketika kau melihat temanmu mengingatnya, temanmu yang dulu pernah menaruh hati padanya, ada rasa sakit kan ? ada rasa takut kan ? takut jika akhirnya mereka berdua bertemu kembali dan muncul berbagai kemungkinan.

Aku tau kau akan mengikhlaskan mereka berdua, bagaimanapun kedunya adalah sahabatmu kan, aku tau. Aku tau dengan cara itu kau tak akan pernah kehilangannya dan dia akan tetap selalu ada disampingmu. Tapi yakinkah kau kuat melihatnya ? berkatalah tidak jika kau tak mampu, jangan bersembunyi dibalik senyum dan tawamu nak.

Tapi masihkah kau mengelak jika hatimu sudah berpindah ? masih bisa kau katakan bahwa tak ada perasaan apapun untuknya, hanya sebagai sahabat tempat berbagai cerita ?

Aku sudah tak percaya. Aku melihat senyummu ketika tiba tiba dia menghubungi. Aku melihat matamu berbinar jika temanmu menanyakannya, dan segala cerita terlontar dari mulutmu. Dan aku tau bagaimana reaksimu ketika ayahmu menanyakannya.

Hai hati kecil, mengakulah kau telah jatuh padanya. Mengakulah jika sayang itu masih ada. Mengakulah 3 tahun penantianmu tidak ada apa apanya dengan rasamu 7 tahun lalu kepadanya. Mengakulah kau ingin dia kembali, mengatakan semuanya kembali dan kau ingin mengubah ucapanmu dari tidak menjadi ya. Mengakulah sayang.


Dari aku,
 
 
Akal pikiranmu


0

Bukan uang, tapi ketulusan

nasib dirumah nggak ada kerjaan. Cuman makan, tidur, main, dan berakhir di blog buat nulis. Well kali ini aku bakal cerita tentang sedikit kehidupan di solo. Bukan tentang kehidupan kampus. Tapi keluarga lain di luar kampus di satu kota.

Seperti biasa, lets take a seat and enjoy the show

Berawal dari mbak kos yang udah gabung duluan di keluarga ini. Dan ketika mulai pendaftaran eh akunya ditawarin. Pertamanya mikir panjang dulu. Kenapa ? Iyaa, secara aku anak baru solo enggak ngerti jalan solo mana aja, kedua aku terdampar kuliah di kedokteran yang terkenal banyak tugas materi dan jarang tidur. Kalo ketambahan kegiatan lagi nasib tidur apa kabar ya.

tapi setelah pikir panjang dan denger cerita mbak kos jadi tertarik. Finally memutuskan buat ikut. Daftar dulu ngisi form wawancara bla bla bla. Panjang sih perjalannya. Hingga akhirnya, here we goo. Lolos jadi volunteer 7 solo mengajar ! Kita nyebutnya vols 7 sih biar ringkas.

Oh iyaa, setelah pengumuman lolos, ada training juga baru itu PENEMPATAN ! Jadi di solo mengajar itu ada banyak taman cerdas yg bakal jadi tempat kita buat ngajar. nah aku dapet di TC gambirsari, yg kebetulan banget kepala sekolahnya mbak kosku sendiri. Ngajarnya tiap selasa rabu malem, jadi kaya les gitu nemenin adek adeknya belajar. Oh iyaa Solo Mengajar itu dibawah naungannya Indonesia Mengajar. Tau kan ? Pendirinya bapak Anis Baswedan.

Gabung solo mengajar itu seru. Awalnya sering kepo indonesia mengajar dan pengen jadi volunteer disana. ketemu temen temen baru jadi nambah kenalan, adek adeknya lucu lucu meskipun yaa you know lah anak kecil gimana.

Banyak sih yg sempet shock pas tau akunya anak FK. Iyaa, dari vols 1 sampai 7 baru aku yg anak FK dan berani gabung beginian. dipikiran mereka hidup anak FK cuman buku --" yayaya.

Kontrak awal 6 bulan. Yang aku salut disini itu, kita ketemu banyak orang yg bener bener tulus. Bayangin, apa sih yang dicari dari kegiatan ini ? Dibayar ? Enggak. Nambah poin kuliah ? Enggak. Malahan ngurangin waktu belajar kita, waktu tidur, waktu main. Iya kan ? But seriously, you'll find something, i don't know what but, really it's make you fun, happy, and well i don't find word to describe how my fell.

Disini bukan cuman kegiatan, organisasi but they thaught me a lot ! Everything changed in my life ! Yah jadi lebih sabar nanggepin anak, lebih bisa tulus untuk berbuat sesuatu dan yang terpenting, bisa lebih memikirkan keadaan orang lain.

Disini aku belajar, ada hal yang nggak bisa diukur dengan uang, yaitu ketulusan yah dan itu lebih mahal dari yg paling mahal di dunia ini. Yaah vols disini nggak punya apa apa selain sedikit ilmu dan ketulusan hati untuk membagi sedikit ilmu itu ke adek adek. I found my family in here, i found some happiness in here and i found a lot of sincere people

Why ? Karena mereka datang dengan hati yang tulus tanpa ada kepentingan apapun, well yes i called it a true sincere :)

ps : ini foto vols dan adek adek TC gambirsari. My family, my friend, my teacher. Diambil pas pertama kali ngajar. Di pojok kiri atas itu bunga kertas buatan salah satu adek namanya tria kelas 3 SD. Waktu dia ngasih itu dia bilang "mbak, besok dateng lagi ya ngajar kita lagi. Makasih ya mbak udah mau ngajar kita, jangan bosen ya" dan bunga itu masih aku simpen sampai sekarang.
0

Cerita dibalik kumandang takbir

Assalamualaikum, selamat malam :)

Malam ini malam idul fitri. Saya insom lagi. Kali ini nggak hanya ditemani kopi, laptop dan musik, tapi juga ditemani ramenya suara kembang api di atap rumah saya. Syahdu ya ? :)

Saya suka nulis, apapun itu. Entah bahasa saya masih jelek atau gimana, tapi rasanya lega jika kamu bisa mengutarakan sesuatu yang ada di pikiranmu. Setuju dengan pendapat saya ?

Well, malam ini saya akan bercerita tenyang sesuatu peristiwa. Pwristiwa hampir 15 tahun lalu. Semoga bisa menemani malam kalian, mungkin yang lagi packing buat besok mudik sampai 3 hari kedepan. Semangat yaa :)

15 tahun lalu, tepat di malam lebaran. Ada seorang gadis kecil, yang pulang ke kampung halamannya. Yaa, kerumah kakeknya di suatu desa kecil perbatasan antara kudus dan pati. Hanya kakek dari ayahnya yang masih dia punya.

Gadis itu, karena satu satunya cucu perempuan di keluarga besarnya, metupakan cucu kesayangan kakeknya. Yaa begitu pula dengan gadis itu kepada kakeknya. Karena memang dia hanya punya 1 saja.

Malam lebaran, di pelosok desa, yang jauh dari perkotaan. Desa yang masiiiiih sangat sepi (pada saat itu) desa yang jauh dari hingar bingar keramaian. Yang terdengan hanyalah suara cicak, tokek, dan jangkrik. Indah kan ? Oh ya dan suara anak anak kecil yang takbiran.

Lalu, mana gadis itu ? Apakah dia menikmati liburannya ? Sayangnya tidak. Tepat malam lebaran, dia sakit. Sakit pertamanya yang akhirnya harus 'carrier' di tubuhnya. Maagh dan tifoid (typhus). Sampai sekarang.

Malam lebaran yang harusnya dia ikut anak anak kecil itu keliling desa, mengumandangkan takbir. Tapi dia hanya menahan sakit di kamarnya, memegangi perutnya yang terasa melilit. Kau bisa bayangkan ? Kelas 1 SD harus terkena maagh dengan badan panas.

Lalu, kenapa tidak dibawa ke dokter ? Bukankah aku sudah menjelaskan di awal ? Rumah kakeknya di pelosok desa dan jauh dari kota. Dokter praktek pun nggak ada. Mau dibawa ke RS ? Sangat jauh, dan saat itu yang dimiliki ayah gadis itu hanya motor.

Kalian tau kan keadaan typhus bagaimana jika malam hari ? Ya ! Pada malam hari, panas nya meningkat drastis dan turun di paginya. Yaa itu salah satu gejala typhus. Lalu kenapa nggak naik taksi ? Hahaha itu desa sayang, dan kudus bukanlah semarang yang memiliki puluhan armada taksi.

Jadi ? Kakek gadis itu akhirnya menyarankan untuk meletakkan air hangat yg dimasukkan botol di atas perut gadis itu. Katanya untuk mengurangi rasa sakitnya. 1 malam penuh orang tua dan kakeknya nggak tidur. Hanya untuk menemani gadis itu.

Dan, di disaat kakeknya setia menemani cucu perempuannya, dia juga merasakan sedih, ikut merasakan sakitnya gadis itu. Hingga akhirnya ada 1 kalimat terlontar dari mulut tuanya

'Nduk, besok kalau udah besar, jadi dokter yaa, jadi dokter disini, biar kalau ada yang sakit tengah malem kaya gini, di malam lebaran nggak susah cari dokternya. Mbah doain cepet sembuh, kalau bisa minta ke Gusti Allah, mending sakitnya dipindah ke mbah aja, daripada kamu sakit kaya gini'

Itu sudah translate ke bahasa Indonesia. Text aslinya sebenarnya bahasa jawa. Yaa wajar orang tua.

Well, sedikit seperti sinetron ya. Tapi sungguh itu terjadi nyata. Malam lebaran tahun 1999. Bukan hanya sebuah cerita belaka.

Tahun ini 2014, gadis itu sudah berumur 20 tahun. Dan apa yang dikayakan kakeknya menjadi nyata. Yaa doa kakeknya dikabulkan oleh Allah. Ucapan kakeknya lah yang menjadi motivasi gadis itu untuk menjadi dokter. Bahkan dia tela mencoba hingga berulang kali untuk tembus di kuliah kedokteran.

Besok pagi, gadis yang sudah tumbuh itu akan mudik ke rumah kakeknya. Rumah yang dulu saksi awal kenapa dia ingin jadi dokter. Dan menemui kakeknya untuk sungkem, minta maaf dan meminta doa untuk kelancaran pendidikannya

Salam,

Gadis kecil yang dulu sakit di malam lebaran,
Ridhani Rahma Verdianti

0

duapuluh :)

duapuluh

Sebelasjuliduaribuempatbelas. Alhamdulillah, dikasih kesempatan sampai pada angka duapuluh. Nggak ada perayaan seperti pada angka satu hingga sebelas. Nggak ada kado yang sesuai permintaan seperti angka angka sebelumnya. Hanya doa yang mungkin lebih banyak dari biasanya.

Seperti pada angka sebelumnya, ucapan dari satu orang itu yang paling ditunggu. Maaf, susah sekali membuang semuanya yang sudah bertahan lama di hati. Tapi ? Hanya senyum kecewa hingga pergantian hari yang ditunggu juga tak kunjung datang. Tak apa, kamu sehat dan sukses, itu adalah kado bagi saya :)

Terimakasih untuk keluarga super, ibu, ayah, rafi, rasya. Memang nggak ada kue, kado, ataupun nasi kuning. Tapi doa mereka yang justru hampir membuat air mata ini nggak berhenti netes

"udah dewasa ya, 20. Jalan buat mimpimu udah tercapai ditaun sebelumnya. Semoga lancar, sukses, ibu nggak ngasih apa apa, cuman doa yang hanya bisa dorong kamu dari belakang"
Dari seorang wanita, yang rela rahimnya dipinjam selama 9bulan dan rela mengorbankan nyawanya saat yang ada di rahimnya ingin keluar untuk menikmati dunia, malaikat pelindung yang dijanjikan oleh Allah.

"jaga diri, pintar cari teman, semakin deket sama Allah, tetep di jalan Islam. Semoga Allah nunjukan jalan terbaik"
Dari laki laki, yang pertama kali mengenalkan adzan saat menikmati dunia, laki laki yang tidak pernah membuat anak perempuanya menangis.

Terimakasih buat kakak beda bapak beda ibu, bang brian. Dapet kado krudung kece :). Semangat skripsinya ya bang !

Keluarga kedua di solo, tutorial A7 yang tepat jam 00.00 udah berisik banget di line. Selamat liburan guys. Terimakasih telah membuat 1 taun disolo berwarna dan tahun pertama nggak gila haha.

Keluarga ALACRITAS ! Angkatan terkece. Sukses bareng, masuk bareng keluar bareng. Amiin

Keluarga SCORP CIMSAA, yuhuuuu salam dipidipidip we are scorpion :)

Beberapa temen di Gizi UNDIP. love you full masih aja inget di angka 11 bulan juli. Sukses buat jadi dietition handal. Ayo perbaiki gizi Indonesia !

Daaan, of course sahabat seperjuangan. 8 tahun nemenin susah seneng. 8 tahun iya 8 tahun. Fitra, tyas, resha. Entahlah nggak ada kata yg mewakili buat kalian selain, berarti.

Banyak orang yang masih sayang, ngasih doa, dan peduli. Tapi entahlah, satu orang itu cukup membuat hari yang harusnya bahagia, jadi sedikit berkurang kadarnya.

Sudahlah, bersikaplah dewasa. Kata orang 20 adalah peralihan dari fase remaja ke dewasa. Ya semoga di awal 20 bisa mencoba bersikap lebih dewasa unyuk berdamai dengan perasaan sendiri.

Late post banget sebenernya, tapi masih di bulan juli nggak papalah. Terimakasih untuk semua doa doanya, semoga bisa jadi manusia yang lebih baik lagi dan makin dewasa dalam menyikapi semua masalah. Aamiin

0

Pejuang ujian tulis SBMPTN


Hari ini scrolling timeline twiter full banget tentang SBMPTN. Besok pagi adalah perangnya para pejuang ujian tulis. Jadi inget, 2 kali perjuangan di bangku panas ujian tulis demi sebuah mimpi yang sama.

saya memang sempat merasakan “perangnya” calon mahasiswa sebanyak 2 kali. Di tahun 2012 dan 2013. Dari yang nama awalnya SNMPTN hingga berubah menjadi SBMPTN. Dari yang jurusannya IPA, IPS, IPC hingga berubah menjadi SAINTEK, SOSHUM, dan CAMPURAN. Ya ! saya pernah mengalaminya.

Percobaan pertama, saya tembus di UNDIP FK ilmu gizi. Well usahanya ya begitulah, ikut les sana sini setelah mulai libur sekolah. Ikut berbagai macam tryout dari berbagai bimbel. Semuanya demi 1 mimpi. Tapi sayang, mimpi saya gagal di percobaan pertama.

Lalu, hasil percobaan pertama saya apa saya ambil ? ya ! ayah saya sempat “sedikit” emosi saat saya tak berniat untuk mengambilnya karena memilih “berdiam diri” setahun. Akhirnya saya ambil dan saya mencoba sedikit mencelupkan kaki saya pada jurusan tersebut.

Bukan berarti nggak nyaman atau bagiamana. Jujur “sedikit mencelupkan kaki” pada jurusan tersebut justru pada akhirnya saya berenang di dalamnya. Saya mulai nyaman, dengan teman temannya, mata kuliahnya. Tapi ternyata mimpi saya begitu besar. Saya berniat mencoba lagi di tahun berikutnya.

Apa yang spesial dari percobaan kedua selain namanya berubah ? di percobaan kedua ini saya benar benar dihadapkan pada keadaan “sejauh mana anda berani mengambil resiko”. Ya, ujian SBMPTN saat itu berlangsung ketika minggu tenang sebelum semesteran dimulai. Well, saya tidak perlu ijin untuk tidak mengikuti semesteran (yang katanya tidak bisa susulan).

Tapi, pada tahun ini saya benar benar tidak mengambil les ataupun bimbel sama sekali. Modal saya hanya buku dan catatan bekas tahun lalu percobaan pertama saya, beserta materi yang (mungkin) masih tersisa di otak saya. Dan tentu bantuan dari teman teman hebat seperjuangan saya. Mereka yang ikut bimbel, saat saya tidak mengerti saya akan tanya ke mereka. Nekat ? ya bisa dibilang begitu jika kalian melihat apa pilihan saya.

1,5 bulan sebelum SBMPTN saya hanya membaca sambil lalu jika ada waktu luang. Karena saat itu tugas kuliah benar benar membunuh bahkan untuk tidur pun saya harus rela mulai pukul setengah 2 pagi. Hingga saya berpikir, “usaha sebesar dulu saja saya tidak bisa tembus, kalo yang ini diturunin usahanya mana bisa tembus lagi”. Saya memng tidak pernah dan tidak akan menurunkan target saya. Jadi satu satunya jalan yang bisa saya tempuh hanya menaikan usaha saya.

H-2minggu, saya mulai berani ambil resiko. Kalo saya memilih untuk keduanya saya yakin nggak akan ada yang maksimal. Jadi saat itu kuliah saya korbankan. 2minggu itu saya masuk kuliah hanya untuk absen karena untuk syarat bisa ikut semesteran. Tapi di kelas saya hanya modal HP, headseat dan kumpulan soal SNMPTN (sisa taun lalu). 2 minggu saya tidak pernah mendengarkan apapun perkataan dosen. Yang notabene udah menjelang semesteran. Sekali lagi, hidup itu pilihan. Kamu harus berani memilih.

2minggu itu benar2 usaha mati matian saya. Mulai jam 7 pagi hingga jam 2 pagi. Ya, itu berulang tiap harinya selama 2 minggu. Dan jujur pikiran saya saat itu nggak hanya SBMPTN. Ada seseorang yg cukup menguasai pikiran saya saat itu. Seseorang yang dulu di percobaan pertama saya yang setia untuk selalu meyakinkan bahwa saya bisa mendapatkan mimpi saya. Seseorang yang jarang pulang (karena memang tidak boleh pulang), ya saya kangen dia. Kalian tau rasanya dibawah tekanan tapi ada kangen yg tidak dapat tersalurkan ?

2 minggu saya habis, hari saya berperang pun tiba. Pagi pagi puluhan teman2 terbaik saya mengirimkan semangat dan doa supaya diberi kelancaran, termasuk kakak lelaki saya beda ibu beda bapak yg sedang kuliah di UI. Tapi tetap ada yang kurang, saya nunggu dia, tapi tidak akan pernah mungkin

2 hari ujian itu pembuktian bagaimana 1,5 bulan persiapan saya. Berhasil atau tidak. Saat itu saya dapat tempat tes yang cukup jauh, dari timur ke barat. Ya, sangat jauh. Tapi semoga pengorbanan itu membuahkan hasil.

Berangkat ujian yang saya ingat cuman 1 pesan ayah “semoga kamu dapet yang terbaik buat masa depanmu”. Entah kalo inget kalimat itu saya speechless. Ayah di pihak netral, apapun hasilnya itu pasti skenario terbaik Allah buat kamu. Itu pesannya. Jadi saya memang pasrahkan 2hari itu ke Allah, jika memang mimpi saya itu yang terbaik untuk saya maka mudahkan untuk mendapatkan tapi kalo tidak saya ikhlas lillahitaala untuk tetap berada di jalan awal saya.

2 hari berlalu, saya mulai sedikit lupa ttg ujian tersebut dan sekarang waktunya untuk mengejar ketertinggalan materi kuliah saya. Karena saya nggak mau memotong sks saya gara gara ip jelek jikalau saya tidak lolos SBMPTN, jadi selang waktu 3 hari untuk mengejar semuanya.

Pengumuman maju saat itu. 1 hari sebelumnya saya di jogja untuk ikut ujian mandiri suatu universitas. Jam 5 sore dan saya baru tau penguman dimajukan saat jam 6 sore. Alhasil setengah 7 saya baru bisa melihat hasilnya.

Alhamdulillah, meskipun bukan di universitas yang saya inginkan tapi jurusannya sudah mewakilkan. PENDIDIKAN DOKTER FK UNS. Pilihan 1 saya, mimpi saya, harapan saya yang masih sama sejak 2 tahun lalu, PEND.DOKTER FK UI. Pilhan 2 saya PEND. DOKTER FK UNAIR. Dan ketiga baru yang menerima saya.

Dibalik cerita saya, ada beberapa yang saya tekankan tentang sebuah resiko. Ada sebuah kalimat ‘FORTIS FORTUNA ADIUVAT’ keberuntungan selalu berpihak pada orang yang berani mengambil resiko. Jadi, pilihlah pilihan yang memang kamu harapkan, maju terus jangan pernah takut dengan resiko itu, karena pasti, pasti ada jalan untuk resiko di depanmu. Dan yakinlah Tuhan selalu punya jalan terbaik buat hambanya, kalo memang bukan jalanmu setinggi apapun usahamu, Tuhan tetap akan selalu mempertahankan kamu di jalan terbaikmu. Tapi kalo memang itu jalanmu dan kamu telah berusaha penuh untuk itu, percayalah Tuhan akan ikut berjuang untuk membawamu ke jalan yang lebih tepat.

Selamat berjuang para pejuang tulis SBMPTN ! selalu ada mutiara dibalik tetes tetes keringat dan air mata perjuanganmu :) semoga sukses !

0

sepotong kerinduan pada jalan pulang



Belum termasuk tengah malam. Tapi harusnya sih udah jam tidur, sayangnya mata susah banget buat diajak merem. Cuman bisa buka jendela kamar, meskipun nggak ada bintang 1 pun yang muncul apalagi bulannya, secangkir kopi, kue tart sisa tanggal 23 lalu, dan laptop yang setia banget nemenin sampai playlistnya udah keulang berapa kali nggak keitung.

Buka timeline twitter, seneng deh akhirnya ada yang bisa pulang juga. Iya, yang katanya udah kangen sama semarang. Saya juga lho sebenernya. Tapi belum dikasih kesempatan aja buat pulang.

Ngomongin  soal kangen semarang, mungkin ini alasan saya tidak bisa tidur malam ini. Kangen orang orang rumah. Kangen ibu, ayah, adek, rumah, kasur, semarang.

Ibu, yang barusan telpon, nanya kabar dan mau pulang kapan. Diakhiri dengan pertanyaan “apa kamu nggak kangen rumah?”. Cuman bisa tersenyum jawab pertanyaan ibu. Kangennya udah nggak kehitung lagi. Tapi jadwal di solo bener2 nglarang buat pulang rumah. Rasanya bener bener kaya anak durhaka.

Ibu emang orang yang cukup lah dibilang cerewet. Wajar sih, kalo nggak cerewet anaknya mau  apa coba ? yah, alasan itu baru saya sadari ketika saya berada di bangku perkuliahan. Yang tiap hari ngingetin buat minum yang banyak, vitamin, madu jangan lupa. Belum lagi yang setia nanyain setelah ujian, “gimana tadi ujiannya, bisa ?”. bener bener berasa jadi anak 6 tahun. Itulah ibu, mungkin orang yang “dulunya” kita anggap cerewet, bawel, tapi percayalah itu bentuk sayang dan perhatian ke kita.

Ayah, yang 3 hari ini sibuknya udah kaya presiden aja. Luar kota mulu kerjaannya. Dan dapet laporan dari ibu, tensinya naik, tapi tetep aja nggak mau stay dirumah. Tipe pekerja keras.

Ayah emang sedikit bicara (kalo dibandingin ibu). Dan nggak pernah sekalipun marah. Seumur hidup, saya tidak pernah melihat ayah marah. Jika saya keterlaluan, biasanya saya diajak ke suatu tempat, ngobrol berdua, brain storming.

Yang tiap pagi setia buat hidupin radio jadulnya pakai lagu lagu nostalgia. Dan setelah radio nya rusak, baru saya sadari itu adalah salah satu cara agar saya bisa bangun pagi. Well, masalah terberat saya adalah bangun pagi.

Rafi, rasya. 2 laki laki yang nantinya akan berdiri didepan saya, ketika ada seseorang yang membuat kakak perempuannya menangis. Adek yang bisa jadi temen main PS, yang selalu mau menghabiskan apapun masakan saya meskipun itu gagal (meskipun rasya selalu bilang “nggak enak mbak”), dan yang selalu setia nemenin belajar meskipun buku saya akhirnya penuh dengan coretan mereka.

Itu tentang keluarga “sedikit” besar ku. Tapi karena pendidikan, saya harus terpisah kota dengan mereka. Awalnya saya mikir, jadi anak kost itu anak. Bebas, mau pulang jam berapapun, main kemana, nggak ada yang nglarang.

Tapi dibanding dengan bertemu tiap hari, menatap muka kedua orangtuamu, cium tangannya ketika mau berangkat kuliah, makan 1 meja ber 5 orang, nggak ada yang bisa mengalahkan kebahagian itu.

Yang tiap paginya bangun tidur udah kecium bau masakan sarapan buatan ibu, sekarang cuman kecium bau embun. Yang tiap ujian belajar sampai malem ditemenin ayah yang tidur di sofa sebelah, sekarang cuman ditemenin laptop yang muter lagu lagu aja. Yang tiap nylesaiin tugas diganggu 2 laki laki imut, sekarang digangguin nyamuk. Saya rindu bisa 1 rumah lagi sama mereka.

Saya rindu seperti dulu lagi, rindu berumur 6 tahun. Saat masih bisa bermain sama ayah ibu, cerita apapun yang baru aja kita tau padahal mereka pasti lebih dulu tau, senengnya bukan main kalo udah bisa naik sepeda sendiri. Sekarang ? komunikasi hanya lewat telepon. Kadang udah capek aja sama kegiatan kampus dan cuman pengen tidur.


Cuman bisa berdoa, semoga ayah, ibu, adek dikasih kesehatan. Bisa lihat anak perempuannya, yang dulu suka telat berangkat sekolah, yang panik cari buku yang ternyata bukunya dikumpulin di sekolah, yang masih suka disuapin gara2 mepet berangkat sekolahnya, bisa di wisuda dan di sumpah dokter tepat waktu. Bisa ngasih kebahagiaan buat mereka, bisa merealisasikan harapan harapan mereka dan cuman pengen mereka senyum bahagia. amiin


0

welcome Dr. Moewardi


Finally, punya kesempatan lagi buat ngurusin blog, ditengah blok blok lain yang bener bener bikin capek. Hai ! apa kabar ? penulisan kali ini disponsori oleh 1 cangkir kopi (seperti biasa), 1 bungkus biskuit dan kamar baru J

Yup ! penulisan ini saya berada di kota baru, kota perantauan tempat saya mengejar mimpi. Welcome to OSLO  !!!


Saat ini saya tercatat sebagai salah satu mahasiswi perguruan tinggi negeri di kota penyantun ini. Saya mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Say hello  for light blue jacket J.

Well, mulai cerita. Awal jadi mahasiswa disini. Saya ospek, okee 2 kali saya ospek karena sebelumnya saya sudah menjadi mahasiswi UNDIP (ada di post sebelumnya). Ospek kedua saya tidak membuat saya cemas, takut atau apalah sejenisnya. Karena saya pikir ya udahlahya dulu juga pernah.

TAPI ! anggapan saya salah. Ospek 3 hari berturut turut dan selama 3 hari itu, total saya tidur hanya 4 jam. Percaya ? tersesrah kalian percaya atau tidak, itulah faktanya. Seperti dongeng roro jonggrang, kami para maba pendidikan dokter sangat takut kalau ayam udah pada bangun. Itu tandanya pagi datang sedangkan tugas belum selesai meskipun kita cuman tidur 1-2 jam saja.

Sebenernya ospek yang menyenangkan. Seniornya, komdisnya (meskipun saya sering kena semprot), acaranya, sama wakil ketuanya haha oke abaikan yang terakhir. Banyak pengalaman, mulai dari dilatih untuk siaga kalo ada panggilan pasien tengah malem, gimana jadi anak FK yang jarang tidur, setor apalan yg bahasanya kaya mantra harry potter, sampai ngrasain feel nya first time ketemu dosen tak bernyawa.  Semua saya dapatkan selama ospek itu.

Tugas tugasnya pun, mulai bikin cocard yg musti ngulang 2 kali (padahal bentuknya bikin pusing), bahasa yg dipakai juga mulai bahasa medis padahal baru maba, tapi semuanya punya alasan. Yah buat nglatih gimana besok kalo udah nyemplung di kehidupan mahasiswa FK. Karena ternyata ospek itu nggak ada apa apanya setelah udah hampir 2 semester kuliah di pendidikan dokter umum.

Okee, ospek kelar. Dan lahirlah angkatan baru pendidikan dokter 2013 yaitu ALACRITAS ! yeee. Angkatan kami dipimpin oleh koti (kalau di UNDIP dulu namanya komting) yang bernama affa. Dia tetua kami. Dan angkatan kami dibagi menjadi 2 kelas masing masing kelas dipimpin oleh ketua yaitu erdana untuk kelas A (itu kelas saya) dan ian untuk kelas B.

Ohya, makna utama alacritas itu kehidupan. Tapi sebenernya alacritas punya banyak makna, dan semua makna itu menggambarkan sifat sifat baik yang harus dimiliki seorang dokter. Jadi diharapkan angkatan kami bisa memiliki sifat sifat yang baik saat kita mengabdi pada masyarakat nanti. Amiin. Berat banget dah maknanya :’)

Di UNS, saya punya 4 teman yang sangat dekat. Inilah keluarga saya di perantauan, karena kami sama sama anak rantauan. Namanya nikko, yuyun, ajeng dan idha. 2 nama awal sekelas sama saya dan 2 nama berikutnya beda kelas sama saya, tapi masih lumayan sering main bareng meskipun beda kelas.

Kosan saya, nikko dan yuyun sangat amat dekat jadi ya makan pun kita bareng, gosip pun kita bareng. Kalo bisa dibilang, kami itu kumpulan makhluk makhluk koplo (absurd). Saya benar benar merasakan memiliki keluarga disini. Kata orang “bagi anak kost, teman emang segalanya. Sering ketemu bahkan melebihi ketemu keluarga sendiri”

Dan jujur, saya sangat bahagia bisa menemukan orang orang nyambung. Yang bisa nemenin saya saat kangen keluarga, saat ada masalah dan saya butuh ngobrol face to face, bahkan  hanya untuk mengambilkan air putih saat saya sakit. Saya bahagia punya kalian semua.


Finally saya bisa meraih mimpi saya, meskipun bukan di kampus bernama salemba tapi akan berakhir sama seperti mahasiswi salemba. Semoga bisa dilancarkan pendidikannya, lulus tepat waktu dan bisa jadi dokter yang mengabdi. Minta doanya yaa J
co card utama yang bikin keliyengan bikinnya

3 angkatan yang ngospek, bikin jadi juragan co card -__-

salah satu kelompok ospek Fakultas

bareng sahabat alay (ki ka) *yuyun ajeng nikko ridha* :)

sahabat budiman, seperjuangan, sejawat @nikinikko


Diberdayakan oleh Blogger.
Back to Top